Sekilas Mengenal mengenai Mandala

Beberapa arti mengenai Mandala adalah :

~ istilah Sanskerta untuk diagram yang melambangkan alam semesta
~ seni desain asian timur yang melambangkan alam semesta, dengan berpola pada lingkaran/ titik sumbu sebagi pusatnya.
~ artinya lingkungan / daerah / wadah / tempat / wilayah / bejana

Dalam pendekatan agama Hindu pengertian Mandala berkaitan dengan  pengertian dari Yantra, Sri cakra dan Siwa lingga

Yantra~Mandala~Siwalingga~Sri Chakra
link yang berkaitan dengan yantra

Yantra adalah sebuah bentuk geometrik seperti – dalam bentuknya yang paling sederhana – sebuah titik (Bindu) atau segi tiga terbalik. Ada berbagai bentuk yang sangat rumit, simetris dan non-simetris, yang dapat disebut Yantra. Semua bentuk-bentuk ini didasarkan atas bentuk-bentuk matematika dan metoda-metoda tertentu.Yantra ini melambangkan para dewa seperti Siwa, Wishnu, Ganesha, Krishna dan khususnya Sakti. Mantra dan Yantra sangat saling terkait. Pikiran dinyatakan dalam bentuk halus sebagai satu Mantra dan pikiran yang sama dinyatakan dalam bentuk gambar sebagai sebuah Yantra. Percaya atau tidak, ada lebih dari sembilan ratus Yantra. Salah satu dari Yantra yang terpenting adalah Sri Yantra, atau Navayoni Chakra, melambangkan Siwa dan Sakti. anda akan melihat Yantra ini dari Pura (aliran) Sakti.

Siwa lingga adalah bagian dari Tantrisme. Dewasa ini kamu tidak akan menemukan sebuah Pura Hindu tanpa sebuah Siwalingga berdiri dalam sebuah Yoni. Menurut Siwa Purana, itu melambangkan ruang di mana alam semesta menciptakan dan melenyapkan dirinya berulang-kali. Menurut Tantra, ia melambangkan phalus dan yoni – perwujudan dari sifat laki-laki dan wanita dari Tuhan. Ia juga melambangkan prinsip-prinsip kreatif dari kehidupan.
Siwalingga bisa bersifat Chala (bergerak) atau Achala (tidak bergerak).Chala Lingga dapat ditempatkan di Pura atau rumah atau dapat dibuat secara sementara dari tanah liat atau adonan atau nasi. Achala Linga adalah yang ditempatkan di Pura. Mereka dibuat dari batu. Bagian terbawah dari Siwalingga disebut Brahmabhaga yang melambangkan Brahma.
Bagian tengah yang berbentuk segi delapan disebut Wishnubhaga yang melambangkan Wishnu. Bagian menonjol yang berbentuk silinder disebut Rudrabhaga, pemujaan kepadanya disebut Poojabhaga.

Mandala artinya “lingkaran.” Ia sesungguhnya bentuk Yantra yang paling rumit. Ia berwujud dalam segala bentuk dan sifatnya sangat artisitik. Dalam agama Hindu, Mandala digunakan sebagai alat bantu meditasi.  Keindahan dari Pura-Pura Hindu terletak dalam jumlah Mandala yang dipahat di batu-batu di dinding Pura. Sebuah Mandala terdiri dari satu pusat dan garis-garis dan lingkaran-lingkaran diletakkan secara geometrik di sekeliling lingkaran. Pusatnya biasanya adalah sebuah titik (Bindu).
Kita juga dapat melihat Mandala di Wihara Buddha. Dibalik setiap Mandala terdapat sejumlah besar pikiran-pikiran. Kadang-kadang melihat sebuah Mandala seperti melihat melalui sebuah kaleidoscop.

Sri Chakra sebenarnya adalah satu dari Yantra yang paling kuat dalam agama Hindu, yang digunakan oleh penganut (sekte) Sakti, Dewi Ibu, dalam pemujaan mereka. Sri Chakra adalah simbol dari Lalitha aspek dari Ibu Suci. Ia terdiri dari sebuah titik (Bindu) pada pusatnya, dikelilingi oleh sembilan Trikona, lima dari padanya dengan puncak menghadap ke bawah dan empat yang lain menghadap ke atas. Interseksi atau persinggungan dari sembilan segi tiga ini menghasilkan empat puluh tiga segi tiga secara total. Ini dikelilingi oleh lingkaran konsentris dari delapan daun bunga teratai. Ini dikelilingi lagi oleh tiga lingkaran konsentris. Akhirnya pada sisi paling luar, ada sebuah segi empat (Chaturasra) yang dibuat dari  tiga garis, garis yang satu ada di dalam garis yang lain, membuka ditengah-tengahnya masing-masing sisi sebagai empat gerbang.

Dalam pendekatan agama Budha pengertian Mandala kurang lebih sebagai berikut :

Mandala dalam konsep agama Hindu dan Buddha adalah gambaran bagi alam semesta. Secara harafiah mandala berarti “lingkaran.” Mandala ini terkait dengan kosmologi India kuno yang berpusatkan Gunung Meru. Suatu gunung yang diyakini sebagai pusat alam semesta. Di dalam Tantrayana mandala juga menggambarkan alam kediaman para makhluk suci, yang sangat penting bagi ritual atau sadhana Tantra. Saat berlangsungnya sadhana, sadhaka akan menyusun ulang mandala ini baik secara nyata ataupun visualisasi. Beberapa kalangan mengatakan bahwa konsep mengenai mandala ini sudah ketinggalan zaman. Meskipun demikian, apabila dicermati lebih jauh, mandala sebenarnya mengandung makna filosofis yang mendalam.

Sesungguhnya semua orang setiap hari menyusun mandalanya masing-masing. Sebagai contoh, seorang pedagang yang menata dagangannya saat hendak berjualan sesungguhnya sedang menyusun mandalanya sendiri. “Dunia” atau “jagad raya” orang itu sesungguhnya adalah barang dagangan yang disusunnya itu. Seorang menulis laporan keuangan, sedang menyusun mandalanya saat menyiapkan laporan keuangannya. Mandala dengan demikian melambangkan cakupan karya dan medan pemikiran seseorang.

Menurut ajaran Vajrayana, mandala hendaknya disusun secara cermat. Ini menandakan bahwa dalam berkarya seseorang hendaknya cermat dan melakukan yang sebaik-baiknya.

Berikut lampiran gambar gambar mandala yang lain (dihimpun dari berbagai sumber) :

Gallery | This entry was posted in Borobudur, pengetahuan, sekilas tentang benda budaya, sekilas tentang budaya and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s